Minggu, 26 Desember 2010

AKHIR CERITA PERSAHABATAN

Itukah yang kau maksud persahabatan
Pulau Dewata saksinya
Saksi ar perpisahan persahabatan kita

Jika kau dengannya,
aku rela
Tapi apakah kau lupa sobat
Dahulu janjimu
Kau tetap akan bersamaku
Bersamaku walau kau tlah ada dirinya

Namun janji indah,
tlah kau ingkari
Ikatan persahabatan,
tlah kau nodai

Lupakah kau sobat
Akan janji persahabatan kita ??
Akan ikrar persahabatan kita ??

Jika kau lupa,
aku rela
Jika kau bersamanya,
aku ikhlas

Namun teganya kau sobat
Kau dengan mudahnya memutuskan persahabatan kita


Inikah akhir persahabatan kita ??

Inikah sobat ??


                                                                                         Oleh: Bella Indik Nata

PINTA-KU PADA SAHABAT

Apabila aku kesepian,
hiburlah aku dengan suaramu
Apabila aku sakit,
obati aku dengan rasa kasih sayangmu

Apabila aku mati,
jangan mandikan aku dengan air matamu
Apabila aku terkubur,
kuburlah aku dalam hatimu

Apabila aku tersesat,
selamatkanlah aku dengan doamu

Sobat hanya ini pintaku
Ku mohon sanggupilah pintaku ini


                                                                          oleh: Bella Indik Nata

Selasa, 23 November 2010

DEMI SAHABAT

Oleh: Bella Indik Nata

Canda, tawa, bahagia
Tampak pada raut wajahmu
Senyummu manis
Bagai buah manggis

Janji persahabatan, telah kita pegang
Ikatan persahabatan, telah erat sudah
Kini,
Persahabatan kita semakin menjadi
Apalagi dengan kehadiran si Dia
Si Dia adalah sahabat lelaki baru kita

Dengannya aku bersenda gurau
Dengannya kau merasa sangat nyaman
Disaat eratnya persahabatan kita semua
Tiba tiba kau menjauhi diriku
Hanya karena sahabat lelaki baru kita

Rupanya engkau merasa cemburu
Engkau cemburu atas kedekatan kita
Engkau cemburu atas canda dan tawa kita

Kelak suatu hari,
Sahabat menjadi MUSUH
Sahabat menjadi CINTA

Kini engkau denganku menjadi musuh, dan
Kini engkau dengannya menjadi cinta

Mengapa hatiku terasa pedih ??
Mengapa rasa ini menghntui diriku ??
Ah, aku tak tahu dan takkan peduli itu

Yang jelas,
Walau hati terasa pedih
Demi sahabat aku rela
Demi sahabat aku ikhlas
Demi sahabat kan ku serahkan semua

Aku siap menangis, demi sahabat
aku siap tersakiti, demi sahabat
Akupun siap mati, demi sahabat

Asal engkau bahagia
Asal engkau tak merasa kecewa atas diriku

Inilah janji DEMI SAHABAT dariku untuk semua sahabat sahabat ku

                                                     Jember, 23 November 2010

Sabtu, 20 November 2010

bellanata: KEMANA DIRIMU SOBAT

bellanata: KEMANA DIRIMU SOBAT: "By: Bella Indik Nata Awal kita berjumpa, kau tampak tersenyum manis padaku Awal kita berkenalan, kita saling berdiam diri Awal kita bekerja..."

KEMANA DIRIMU SOBAT

By: Bella Indik Nata

Awal kita berjumpa, kau tampak tersenyum manis padaku
Awal kita berkenalan, kita saling berdiam diri
Awal kita bekerja, kekompakan kita mulai menampak

Setiap hari kita bersenda gurau
Hingga akhirnya kita saling akrab bagaikan burung merpati dan bagaikan kakak adik
Awal mula aku yakin kau adalah sobat sejatiku
Awal mula aku yakin kau sahabat yang tercipta untukku
Awal mula aku yakin hanya engkau yang peduli atas diriku

Kini kau menjauh
Kini kau berubah
Kini kau tak seperti yang dulu

Sobat, dimana engkau yang dulu
Engkau yang dulu adalah,
Engkau yang penuh canda tawa
Engkau yang baik serta perhatian

Kini engkau berubah
Kini kita saling berjauh-jauhan
Apa karena Dia kita menjadi seperti ini ??

Aku rindu persahabatan kita yang telah kita jalin selama ini
Aku rindu keharmonisan persahabatan kita selama ini
Aku rindu kemesraan  persahabatan kita selama ini

Aku mohon....
Kembalilah sobat,,

                                                                                                               Jember, 21 November 2010

Selasa, 09 November 2010

Cara Belajar Yang Efektif

Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui
  • diri sendiri
  • kemampuan belajar anda
  • proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
  • minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan
Anda mungkin belajar fisika dengan mudah tetapi tidak bisa belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, adalah proces untuk mencapai tahap-tahap tertentu.
Empat langkah untuk belajar.
Mulai dengan cetak halaman ini dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari jawaban-jawabanmu, dan dengan "Pedoman Belajar" yang lain.
Mulai dengan masa lalu
Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda What was your experience about how you learn? Did you
  • senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?
  • mengetahui cara menringkas?
  • tanya dirimu sendiri tentang apa yang kamu pelajari?
  • meninjau kembali?
  • punya akses ke informasi dari banyak sumber?
  • menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
  • memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?
Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?
Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?
Teruskanke masa sekarang Berminatkah anda?
Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?
Apa yang bersaing dengan perhatian saya? Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?
Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?
Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?
Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini?
Apakah saya punya rencana? Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?
Pertimbangkan
proses,
persoalan utama
Apa judulnya?
Apa kunci kata yang menyolok?
Apakah saya mengerti? Apakah yang telah saya ketahui?
Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?
Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?
Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?
Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?
Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti?
Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?
Apakah saya berhenti dan meringkas?
Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?
Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?
Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?
Apakah saya perlu mendiskusi dengan "pelajar-pelajar" lain untuk proces informasin lebih lanjut?
Apakah saya perlu mencari "para ahli", guruku atau pustakawan atau ahliawan?
Buat
review
Apakah kerjaan saya benar?
Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?
Apakah rencana saya serupa dengan "diri sendiri"? Apakah saya memilih kondisi yang benar?
Apakah saya meneruskannya; apakah saya disipline pada diri sendiri?
Apakah anda sukses?
Apakah anda merayakan kesuksesan anda?

Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.

Definisi kenakalan remaja menurut para ahli

  • Kartono, ilmuwan sosiologi
    Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".
  • Santrock
    "Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."

Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?

Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja

  • Penyalahgunaan narkoba
  • Seks bebas
  • Tawuran antara pelajar

Penyebab terjadinya kenakalan remaja

Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Faktor internal:
  1. Krisis identitas
    Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  2. Kontrol diri yang lemah
    Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.